
Kisah Perjuangan Sekretaris Prodi PAI UIN Ar-Raniry Raih Doktor Cumlaude dengan IPK 4
Banda Aceh, 19 September 2026 — Dalam Yudisium Program Magister dan Doktoral Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang digelar pada Sabtu, 19 September 2026, nama Dr. Suriana, S.Pd.I., M.A. tercatat sebagai lulusan terbaik di Prodi PAI Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya tepat waktu dengan predikat cumlaude dan meraih IPK sempurna 4.00.
Perjuangan di Tengah Amanah Jabatan
Di balik pencapaian akademik tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang penuh pengorbanan. Sebagai sekretaris prodi PAI (S1) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry. Suriana harus mengemban berbagai tugas berbasis akreditasi dengan timeline padat, demi mempertahankan akreditasi Unggul Prodi PAI. Di sisi lain, Prodi PAI merupakan Prodi dengan jumlah dosen dan mahasiswa terbanyak di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, yang menuntut pelayanan secara komprehensif dan optimal.
Di samping bertugas di Prodi, tentu tidak melepaskan tupoksi sebagai dosen dengan penuh tanggung jawab, seperti mengajar di kelas, membimbing mahasiswa, menulis karya ilmiah, menguji sidang munaqasyah, serta melaksanakan berbagai kewajiban tridarma perguruan tinggi lainnya. Di saat bersamaan, ia menuntaskan disertasi dengan disiplin luar biasa, bahkan hanya tidur 2–3 jam per malam. Perpustakaan menjadi “kantor kedua” tempat ia menumpahkan ide-ide dalam disertasinya.
Bagi Suriana, pekerjaan adalah amanah, kuliah adalah tanggung jawab. Keduanya prioritas utama yang harus diselesaikan tepat waktu, meski harus menguras tenaga dan pikiran.

Warisan Pola Didik Orang Tua
Suriana mengakui bahwa motivasi terbesar datang dari pola didik almarhum kedua orang tuanya. Sejak kecil ia dibiasakan untuk tidak pernah absen sekolah, tidak tinggal kelas, dan harus lulus tepat waktu dengan nilai terbaik. Ibunya senantiasa mendoakan, terutama setiap kali ujian, menguatkan, membina karakter spiritual. Sementara ayahnya memberi nasihat untuk menjaga sikap, ucapan, dan makanan agar tetap halal, sebagai modal berkomunikasi dan jujur dalam bekerja. Nilai-nilai ini menjadi fondasi karakter dan semangat juang Suriana hingga ke jenjang doktoral.
Dukungan Keluarga
Di balik pencapaian gemilang ini, ada peran besar keluarga. Suami tercinta mengambil alih peran sebagai ayah sekaligus ibu dalam rumah tangga, agar Suriana bisa fokus pada kuliah dan pekerjaan. Anak tercinta pun memahami kondisi ibunya, ia tidak banyak menuntut perhatian, bahkan rela mengisi waktu liburan bersama teman-temannya. “Liburan bisa ditunda, tetapi ibunya lulus tepat waktu tidak bisa diulang” demikian sikap yang ditunjukkan sang anak.
Peran Rekan dan Pimpinan
Rekan sejawat kuliah turut mendorong, berbagi informasi, ide, dan bekerja sama dalam administrasi akademik. Dukungan pimpinan fakultas serta rekan kerja semakin memperkuat langkah Suriana meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude.
Ketua Program Studi PAI, Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.S.I., turut memberikan ucapan selamat atas pencapaian ini. “Dalam banyaknya pekerjaan prodi, masih mampu meraih cumlaude dan IPK tertinggi. Selamat Bu, luar biasa,” ungkapnya penuh apresiasi.
Kisah perjuangan Suriana adalah potret nyata dedikasi seorang akademisi yang mampu menyeimbangkan amanah pekerjaan dan tanggung jawab kuliah. Dengan doa orang tua yang terus hidup, pola didik sejak kecil, dukungan keluarga, sahabat, dan pimpinan, ia membuktikan bahwa kerja keras, manajemen waktu, serta ketulusan hati mampu mengantarkan pada pencapaian tertinggi.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi untuk terus berjuang, berdisiplin, dan berdoa dalam meraih cita-cita, demi mewujudkan universitas unggul dan berdaya saing global.
