
Ketua Prodi PAI Raih Predikat Cumlaude
Banda Aceh (Ar-Raniry) — Suriana, mahasiswi Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, menyelesaikan studi dalam enam semester dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 pada wisuda UIN Ar-Raniry. Capaian tersebut diraih di tengah aktivitasnya sebagai dosen PAI sekaligus Ketua Program Studi PAI jenjang sarjana. Selasa (6/10/2026).
“Perjuangan ini berakhir dengan indah, sehingga lelah kemarin kuliah dan revisi-revisi disertasi terbayar sudah, tak terasa sama sekali lagi, yang ada hanyalah kebahagiaan,” ujar Suriana.
Suriana mengatakan, target meraih IPK 4,00 telah ditetapkannya sejak pertama kali memulai studi pada 2023. Target tersebut kemudian menjadi dorongan baginya untuk meningkatkan pola belajar dan giat mengerjakan setiap tugas kuliah secara maksimal.
Selain menjalani perkuliahan, Suriana juga harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan studi. Di tempat ia bertugas, ia menghadapi aktivitas pekerjaan dengan berbagai tugas dan tenggat waktu yang begitu padat, sementara di rumah ia tetap menjalankan perannya sebagai ibu dan mengurus keluarga. Di sisi lain, ia harus mampu menyelesaikan studinya dengan target yang telah ditetapkan, sebagai amanah dari orang tua ketika masih hidup.
Ia mengaku sempat merasa tidak yakin dapat menyelesaikan studi tepat waktu karena padatnya pekerjaan. Namun, ia kemudian berupaya membagi waktu antara pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, dan kewajiban perkuliahan.
“Saya berpikir, saya bisa bekerja sesuai dengan deadline dan bisa menghasilkan tugas pekerjaan tepat pada waktunya, lalu kenapa tidak sambil menyelesaikan kuliah tepat waktu juga. Saya harus belajar dari pengalaman kerja saya” ungkapnya. Pola kerja yang cekatan dan terdepan ditempat ia bertugas menjadi motivasi tersendiri baginya untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan keyakinan dan usaha yang begitu kuat.
Dalam kesehariannya, Suriana membagi waktu dengan menyelesaikan pekerjaan kantor pada siang hari dan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan pada malam hari. Pada masa tertentu terutama di tahap akhir, ia bahkan hanya tidur sekitar dua hingga tiga jam karena harus menyelesaikan pekerjaan dan revisi disertasi.
Menurutnya, dukungan keluarga turut membantu proses penyelesaian studinya. Suami dan anaknya memberikan dukungan penuh ketika ia harus menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan, tugas perkuliahan hingga revisi disertasi.
Suriana menyebut pencapaian tersebut terutama sekali dipersembahkan untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia. Ia mengatakan, nilai-nilai dan pola pendidikan yang diberikan orang tua menjadi bagian utama dari perjalanan akademiknya yang mengantarkannya menjadi lulusan tepat waktu dengan nilai tinggi sejak jenjang sarjana, magister hingga di puncak doctoral.
“Walaupun mereka sudah tidak membersamai lagi saat ini, tapi ini adalah hasil kebersamaan kami dulu. Hasil dari pola didik beliau,” tuturnya.
Suriana berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi semua. Menurutnya, target yang disertai usaha dan doa dapat membantu seseorang mencapai apa yang dicita-citakan.
Menariknya, Ia juga menegaskan bahwa pencapaian akademik bukan menjadi akhir dari proses belajar. Sebaliknya, capaian tersebut harus dipertahankan, dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan dan belajar sepanjang hayat.
